Monday, December 13, 2010

Jika Seorang Isteri Menangis..

Sahabat…

* Jika seorang istri menangis dihadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi...

* Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu..

* Jika kau membiarkannya pergi,dia tidak akan kembali menjadi dirinya yg dulu, selamanya!

* Seorang istri tidak akan menangis dgn mudah, kecuali di depan org yg sangat dia sayangi, dia akan
menjadi lemah!

* Seorang istri tidak akan menangis dng mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan
menurunkan rasa EGOnya.

* Wahai suami2,jika seorang istri pernah menangis krnmu,tolong pegang tangannya dng penuh
pengertian. Karena dia adalah org yg akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu disaat kau
terpuruk terlalu dalam ...

* Wahai suami2, jika seorang istri menangis karenamu, tolong jng menyia-nyiakannya.

* Mgkn, krn keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

* Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis krnmu. Lihatlah jauh kedlm matanya. Dptkah kau
lihat dan kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu ?


Pada hari penciptaan PEREMPUAN. MALAIKAT bertanya kepada TUHAN
" Apakah keistimewaan dari ciptaanMU ini ? "

Lalu TUHAN menjawab
"Ada banyak KEISTIMEWAAN yang dimiliki oleh ciptaanKU ini".. Dibalik KELEMBUTANYA dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat..

* TUTUR katanya merupakan KEBENARAN..

* SENYUMAN'nya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya. .

* PELUKAN & CIUMAN’nya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak2nya..

* Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa..

* Dia TERHARU,Dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pd org2 yg dikasihinya...

* Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN'nya. .

* Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN.., Dia begitu sedih melihat KEMATIAN..

* TITISAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN.


Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI krn 1 hal..."...Apa itu Yaa TUHAN ??
Bahawa "Betapa, BERHARGAnya dia"...

Sebarkan ini ke SELURUH ISTRI2 yg soleha dan SUAMI2 yang sahabat semua kenal agar mereka tidak lupa bahwa ISTRI mrk begitu berHARGA...

Semoga bermanfaat

Lelaki Bergelar Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, Tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya Yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, Disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya

"Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok?" Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.

Si ayah menjawab : "Sebab aku lelaki."

Anak perempuan itu berkata sendirian : "Aku tidak mengerti". Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki."

Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya.

"Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab:

"Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga kasih tercari-cari jawapan, mengapa wajah ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai jawapan rasa kebingungannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung."

"Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya" .

"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya. "

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya" .

"Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat di mana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknyaagar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak- anaknya."

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka,walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya. "

"Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga (seri/penyokong) , agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah."


p/s: Bila ayah anda masih hidup jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya gembira. Bila ayah anda telah tiada, jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya dan doakanlah agar Allah selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya. Amin!!

Wanita Bergelar Ibu

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa ibu menangis?"


"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.


"Aku tidak mengerti", kata anak itu.


Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"


Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"


"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.


Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.


Akhirnya ia mencari jawapan sambil membaca kitab suci Al-Quran untuk mencari jawapan mengapa wanita begitu mudah menangis?"




Akhirnya dia terjumpa ayat dari Al-Quran yg berbunyi:


"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya
bersikap sangat menyakiti hatinya "

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu"

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan dan ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."

"Kau tahu kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

"KECANTIKAN SEORANG WANITA HARUS DILIHAT DARI MATANYA KERANA ITULAH PINTU HATINYA, TEMPAT DIMANA CINTA ITU ADA."

Bila Lelaki Menjadi Isteri..

Mat tidak pernah membantu isterinya membuat kerja-kerja rumah. Malah dia sering bersungut sendirian kerana telah merasa bosan setiap hari pergi kerja, sedangkan Nab isterinya hanya tinggal di rumah. Kalau boleh, dia mahu isterinya tahu betapa penat dan letihnya dia bekerja setiap hari untuk menanggung keluarga.

Satu malam Mat berdoa,"Ya Tuhanku. Aku bekerja 8 jam sehari sedangkan isteriku hanya tinggal di rumah bersama anak-anak. Aku mahu supaya dia tahu betapa letihnya aku bekerja setiap hari. Tolonglah ya Tuhan, tukarkanlah aku dan isteriku. Biar aku yang menjadi isteri untuk sehari sahaja supaya dia pula dapat merasakan betapa letihnya aku bekerja. Biar aku pula yang berehat di rumah"

Tuhan Yang Maha Mengetahui telah mengkabulkan permintaan Mat. Pagi besoknya, dia bangun dari tidur, dan pastinya sebagai seorang isteri. Bangun saja dari tidur, dia bergegas ke bilik air, cuci gigi dan terus ke dapur menyediakan sarapan untuk suami dan anak-anak. Pastu bangunkan anak-anak dan melayan mereka bersarapan, pada masa yang sama melayan suami bersarapan. Pastu menghantar suami yang nak pergi kerja ke pintu, kembali membetulkan baju anak-anak yang nak ke sekolah dan menyediakan air yang anak-anak nak bawa ke sekolah. Pastu panaskan injin kereta dan bergegas hantar anak-anak ke sekolah.


Balik dari sekolah terus ke pasar untuk membeli ikan dan keperluan dapur yang lain. Dekat dua jam baru sampai balik ke rumah. Simpan barang-barang dapur ke dalam almari dapur dan ikan simpan dulu dalam peti ais. Komdian....... kutip kain busyuk untuk dicuci dengan mesin sehingga selesai dan dijemur. Pastu baru mula memasak untuk anak-anak yang akan balik sekolah nanti.

Selesai masak, jam dah pukul 12.45 tengahari. Terpaksa pula bergegas ambil anak dari sekolah. Selesai ambil anak, beri pula mereka makan sebelum mengatur anak-anak supaya membuat kerja sekolah. Pastu terpaksa pula kemas rumah supaya jangan bersepah sangat. Kemudian angkat kain di jemuran. Tiba-tiba anak bongsu menangis kerana terjatuh. Dah nak kena beri rawatan dan pujuk supaya tangisan tidak berlarutan. Dah selesai, kain-kain yang baru diangkat perlu pula dilipat dan disusun dalam almari. Sedar tak sedar, waktu Zohor dah tinggal tak berapa minit saja lagi. Terpaksa bergegas pulak tunaikan Zohor sebelum tertinggal. Selesai salam, azan Asar kedengaran.

Selesaikan pulak solat Asar sebelum menyambung apa-apa kerja yang belum siap.

Belum sempat rehat, terpaksa pula balik ke dapur untuk menyiapan makan malam. Lepas Maghrib, terpaksa layan suami dan anak-anak makan, pastu cuci pinggan mangkuk, pastu mandikan anak yang masih kecil, pastu uruskan supaya anak-anak masuk tidur.... dan macam-macam pastu lagi. Dekat pukul 11.00 malam barulah semua kerja rumahtangga selesai. Badan pun dah longlai lohe...

Bolehlah rasanya nak berehat sikit.

Opps.... belum boleh rehat rupanya. Suami juga mahukan layanan. Berdosa isteri kalau tak melayani kemahuan suami. Tambahan pulak malam ni malam Jumaat. Maka suami dilayani dengan sewajarnya sehinggalah dia terkulai dua kali lohe dan langsung tertidur....... tak pasti pukul berapa.

Setelah terjaga sebelum dinihari, Mat segera bangun dan berdoa semula,"Ya Tuhanku. Barulah kini aku tahu.... Aku dah tak sanggup lagi jadi isteri. Aku keluar bekerja seharian pun tak penat macam ni. Ada juga masa berehat, minum kopi dan berbual dengan kawan-kawan. Tolonglah kembalikan aku sebagai suami semula. Tobat aku tak sanggup dah jadi isteri. Salah sangkaanku selama ini bahawa kerja-kerja isteriku di rumah begitu mudah. Biarlah isteriku terus di rumah dan aku keluar bekerja"

Sekonyong-konyong Mat terdengar satu suara ghaib berkata,"Wahai Mat, kamu belum boleh kembali menjadi suami sebab persetubuhanmu malam tadi telah menjadi benih. Kamu kenalah tunggu 9 bulan 10 hari lagi untuk melahirkan anak sebelum kamu dapat menjadi suami kembali...."

Whatttt???... 9 bulan 10 ari??? ....Beranaaak???.......Waaaaaa.. tak nak,,,,,,,,,,tak nak, tak naaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk...!!!

"Bang, bang... Abangggg... apasal niii.....??" Sergah satu suara di sisinya.

Mat melompat bangun dari katilnya dan terus memegang isterinya sambil bertanya,"Nab, Nab kah yang jadi suami atau abang yang jadi suami???

"Laaaaa... tebiat apa pulak abang ni. Kan Nab ni pompuan.. Tentulah abang yang jadi suami..... Apa punya lawak pagi-pagi rabun ni....."

Hari tu Mat mengambil cuti emergency dan sehari suntuk ! membantu isterinya membuat kerja-kerja rumah..... Nab terkedu macam beruk, terlopong dan jadi bisu seharian melihat gelagat suaminya.........

Moral cerita : Isteri perlu disayangi dan lindungi kerana ia adalah anugerah Tuhan yang tidak ternilai.

Luahan Hawa untuk Adam !

Ohh Adam…

Adam…maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu..

Sesungguhnya aku adalah Hawa yang kau pinta semasa kesunyian sewaktu di syurga dulu..
aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok.. jadi, tidak hairanlah jika perjalanan hidupku sentiasa memerlukan bimbingan darimu.. sentiasa mahu terpesong dari landasan kerana aku buruan syaitan..

Adam..
Maha Suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu di akhir zaman.. itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusannya jika bilangan kaummu mengatasi kaumku, nescaya merahlah dunia kerana darah manusia..kacau bilaulah suasana Adam sama Adam bermusuhan kerana Hawa.. buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil, sehinggalah pada zaman cucu cicitnya.. pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu dan tidak lebih dari empat dalam satu waktu..

Adam..
bukan kerana ramainya isterimu yang membimbangkan aku.. bukan kerana sedikitnya bilanganmu yang merunsingkan aku.. tapi.. aku risau,gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu..aku sejak dulu lagi sudah tahu bahawa aku mesti tunduk menjadi isterimu..namun,terasa berat pula menyatakan isi perkara..

Adam..
aku tahu bahawa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan bahawa kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita.. kau diberi amanah untuk mendidik aku,kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memerhati dan mengawasi aku agar sentiasa dalam redha Tuhanku dan Tuhanmu.. tapi

Adam..
nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah ramai yang menderhakaimu.. ramai yang telah menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan.. asalnya Allah mengkehendaki aku untuk tinggal dirumah.. dijalan-jalan, di pasar-pasar, dibandar-bandar bukanlah tempatku.. jika terpaksa aku keluar dari rumah, tubuhku mesti ditutup dari hujung kaki hingga hujung rambut.. tapi realitinya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya..

Adam..
mengapa kau biarkan aku begini?? aku jadi ibu, aku jadi guru, itu sudah tentu katamu.. aku ibu dan guru kepada anak-anakmu.. tapi sekarang di waktu yang sama aku ke muka menguruskan hal negara.. aku ke hutan memikul senjata.. padahal kau duduk sahaja.. ada di antara kau mengganggur tanpa kerja.. kau perhatikan sahaja aku panjat tangga pejabat bomba..kainku tinggi menyingsing peha mengamankan negara.. apakah kau sekarang tidak lagi seperti dahulu??apakah sudah hilang kasih sucimu terhadapku??

Adam..
marahkah kau andai ku katakan Hawa terpesong,maka Adam yang patut tanggung!! kenapa?? mengapa begitu Adam?? Ya!! ramai orang berkata jika anak jahat mak bapak tak pandai didik, jika murid bodoh guru yang tidak pandai mengajar!! Adam, kau selalu berkata,Hawa memang degil,tak mahu dengar kata, tak mudah makan nasihat, kepala batu, pada hematku yang daif ini.

Adam, seharusnya kau tanya dirimu… apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan Nabi Muhammad S.A.W terhadap isteri-isterinya.. adakah Adam melayani Hawa sama seperti psikologi Muhammad S.A.W terhadap mereka.. adakah akhlak adam-adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa..

Adam..
kau sebenarnya imam dan aku adalah makmum..aku adalah pengikut-pengikutmu kerana kau adalah ketua.. jika kau benar,maka benarlah aku.. jika kau lalai, maka lalailah aku.. kau punya akal, manakala aku kelebihan nafsu.. akalmu sembilan, nafsumu satu.. aku.. akalku satu, nafsuku beribu!! dari itu

Adam...
pimpinlah tanganku, kerana aku sering lupa, lalai dan alpa, sering aku tergelincir ditolak sorong oleh nafsu dan kuncu-kuncunya.. bimbinglah daku untuk menyelami kalimah Allah.. perdengarkanlah daku kalimah syahdu dari tuhanmu agar menerangi hidupku.. tiuplah roh jihad kedalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah..

Adam andainya kau masih lalai dan alpa dengan karenahmu sendiri, masih segan mengikut langkah para sahabat,masih segan mencegah mungkar,maka kita tunggu dan lihatlah.. dunia ini akan hancur bila kaumku yang memerintah.. malulah engkau pada diri sendiri.. dan pada Tuhanmu yang engkau agungkan itu….

(Note : note ini ditulis seseorg yg mengelarkan dirinya butterfly sintok) note ini ditulis bila ada satu blog dimana kaum lelaki asyik mengutuk dan menghina perempuan)

FACEBOOK : Dosa Dan Pahala

1) Mendedah keaiban suami @ isteri di facebook.



Terdapat beberapa kes yang dilihat sama ada secara langsung atau tidak langsung, pemilik facebook meluahkan perasaan sedih, kecewa, benci, marah terhadap pasangan di ruang status mereka. Mendesak suami atau isteri juga melalui status facebook. Kemudian, status tersebut mendapat komentar pelbagai dari rakan-rakan mereka. Tertekanlah sang suami atau isteri.

Sebagaimana yang disebut oleh ramai specialist di dalam bidang rumah tangga, kebanyakan wanita suka berkongsi dan meluahkan perasaan mereka kepada orang lain sebagai pelepas kepada beban yang ditanggung. Adakalanya ia mungkin bukan bertujuan untuk menjatuhkan suaminya, bukan pula untuk tujuan membuka aib suami atau untuk mencari penyelesaian. Pendedahan itu hanya sebagai pelepas tekanan di dalam diri.

Namun, tanpa disedari perbuatan tersebut tergolong dalam mengumpat yang diharamkan oleh Islam. Semua perlu memahami bahawa mereka tidak boleh sewenangnya bercerita perihal rumahtangga atau pasangan mereka secara terbuka sama ada melalui facebook atau kepada rakan di pejabat dan sebagainya. Sebarang masalah yang sudah tidak dapat diselesaikan olehnya, hanya dibenarkan untuk diluahkan kepada seseorang yang diyakini punyai autoriti seperti ibubapa, mertua dan adik beradik yang diyakini boleh berperanan membantu, bukan berpotensi mengeruhkan lagi keadaan. Boleh juga dikongsikan secara tertutup kepada pihak ketiga seperti Qadhi, Mufti, para ilmuan sama ada Ustaz, Ustazah atau Kaunselor Rumahtangga.

Pendedahan masalah dan info yang boleh mengaibkan suami (dan isteri) TIDAK DIBENARKAN sama sekali disebarkan melalui facebook. Apabila ia dilakukan, ia dengan mudah sekali boleh mengundang dosa.

Terdapat sebahagiannya info tidak secara langsung mengaibkan pasangan, tetapi selaku pembaca, kita dapat ‘membaca' dan mengetahui secara tersirat bahawa si pemilik sedang ‘perang dingin' dengan pasangannya. Ada juga yang difahami, suaminya sedang gagal memenuhi apa yang diingininya, bersifat kurang baik kepadanya dan sebagainya. Ingatlah semua, rumahtangga adalah amanah, jangan meruntuhkannya melalui facebook.

Beramanahlah, berikan suami dan isteri anda password facebook anda, agar mereka sentiasa boleh meneliti mesej-mesej yang dihantar kepada anda. Boleh juga pasangan berperanan selaku penyemak dan memadam (delete) mana yang perlu jika dimasukkan secara emosi tanpa pertimbangan aqal yang wajar.

2) Terlebih gambar



Ramai di kalangan wanita hari ini sudah mempunyai facebook, mungkin sudah menjadi lumrah wanita yang biasanya inginkan kecantikan dan pujian terhadap kecantikannya. Oleh itu, semakin ramai wanita yang memuatkan gambar mereka, sama ada jarak dekat, sangat dekat ( sehingga memenuhi kotak gambar) dan jauh (beramai-ramai atau seorang diri). Ditambah pula lagi dengan gaya , aksi dan fesyen yang pelbagai.

Agak pelik juga kerana sebahagian mereka sudah bersuami dan kelihatan suami mereka memberikan sepenuh keredhaan atas tayangan gambar sedemikian kepada khalayak, tanpa sebarang rasa cemburu dan prihatin. Lebih merbahayakan, ramai pula lelaki yang menontonnya, sebahagiannya memberikan pujian, malah ada yang berani bergurau senda, dan membuat ‘lamaran' nafsu.

Lebih pelik, tuan punya facebook yang sepatutnya mampu mengawal dan memadam sebarang komen kurang etika, kelihatan membiarkan sahaja lamaran nafsu (seperti ajakan berdating, kahwin-padahal telah bersuami) tersebut di ruangan komentar gambarnya, tanpa rasa bersalah.

Berterusan bercanda mereka melalui ruang komentar, si lelaki dan wanita ada juga yang telah beristeri dan bersuami, cuma atas tiket kawan lama, sepejabat dan sebagainya, hal tersebut dibiarkan. Malah jika kedua-duanya masih bujang sekalipun, ia tetap BERDOSA dan SALAH di sisi Islam kerana ia termasuk dalam kategori larangan Allah ‘janganlah kamu menghampiri zina'.

Saya bimbang, ramai pula lelaki yang menjadi dayus dek kerana gambar isteri terdedah aurat ( atau menutup aurat kurang sempurna) ditayang sehabisnya di facebook. Baca perihal ciri lelaki dayus di sini.

3) Penyamaran



Lelaki menyamar sebagai wanita untuk menjadi friend dan seterusnya mendapat maklumat wanita. Ada dilaporkan juga, sebahagian lelaki berang kerana tidak diluluskan menjadi ‘friend' seseorang wanita. Akibatnya, si lelaki tidak mendapat kemudahan akses kepada gambar-gambar wanita tersebut. Bagi membolehkannya mendapat akses, terdapat lelaki yang mula menyamar menjadi wanita, meletakkan gambar mana-mana wanita yang boleh dijumpai secara mudah tertebaran di interent, diletakkan sebagai dirinya. Melalui cara itu, lelaki ini berjaya menjadi frienddan menonton seluruh gambar wanita terbabit dan berbuat apa yang disukainya dengan gambar itu.

Si wanita yang pada asalnya merasa selamat kerana merasakan dirinya telah menapis sebaiknya, rupanya masih terdedah gambarnya kepada yang orang yang tidak sepatutnya. Kerana itu, walau anda hanya membenarkan friend untuk menatapi gambar anda, pastikan semua gambar tersebut masih terhad dan terjaga.

4) Download gambar untuk simpanan dan tatapan.



Dimaklumkan juga, dek kerana gambar wanita yang terlalu ‘bersepah' difacebook, terdapat lelaki berhati buas yang memuat turun gambar tersebut dan disimpan sebagai koleksi peribadinya. Justeru, sedarlah, mana-mana wanita yang dikurniakan Allah punyai ‘rupa' yang menurut pandangan ramai sebagai elok dan menawan. Golongan sebegini amat perlu sekali lebih berwaspada lebih daripada mereka yang lain.

Malangnya, golongan sebegini kelihatan lebih ghairah menjaja gambar mereka untuk mendapat lebih banyak pujian dan ...'DOSA'. Simpan sahajalah gambar-gambar 'kiut' (cute) anda, cukuplah ia buat tatapan suami. Cukuplah pujian rakan sekeliling yang benar-benar mengenali anda. Tidak perlulah tamakkan pujian manusia luar.

Tunggu sahajalah pujian para malaikat dan bidadari di Syurga nanti, terlampau tidak sabarkah wahai diri? Sedarilah, ke'kiut'an anda mungkin menjadikan sebuah rumahtangga hancur, kecemburuan wanita lain, kerana boleh wujud gejala suami yang membanding-bandingkan wajah dan tubuh anda dengan isterinya. Jika itu berlaku, pemilik gambar mendapat dosa.

5) Tagging gambar tanpa izin dan gambar silam yang membuka aurat.



Tagging atau menandakan sesuatu gambar yang disiar merupakan satu fungsi mudah untuk menyebarluaskan gambar seseorang termasuk diri sendiri kepada kenalan dan rakan. Malangnya fungsi ini menjadi sumber dosa yang banyak juga dewasa ini. Isu ini juga pernah ditulis oleh beberapa penulis lain seperti Ust Abu Umair dan Sdr Shahmuzir. Saya ingin menegaskan lagi tulisan mereka.

Ini adalah kerana, terdapat ‘trend' menyebarkan gambar-gambar lama, dan kemudian meletakkan taggingkepada individu di dalam gambar. Perlu disedari, setiap gambar yang di'tag', akan muncul dan boleh dilihat oleh semua friend, dan rakan kepada friend tersebut juga boleh menontonnya.

Ini boleh menjadi dosa, kerana :-

a- Sebahagian individu di dalam gambar terbabit mungkin dahulu tidak menutup aurat, tetapi kini telah menutup aurat. Justeru penyebaran gambarnya yang tidak menutup aurat adalah haram.

b- Individu terbabit berada di dalam rumah, bersama keluarga, justeru penutupan auratnya tidak begitu sempurna kerana di dalam rumah sendiri atau di dalam keadaan ‘candid', tetapi akibat ketidakperihatinan sebahagian ahli keluarga terhadap hal aurat. Gambarnya yang sedemikian tersebar. Sepatutnya, kita yang di'tanda' boleh dengan segera delete 'tag' itu, hasilnya walau gambar masih tersiar tetapi ia tidak mempunyai sebarang pengenalan. Itu paling kurang boleh dilakukan oleh individu yang prihatin dan berawas-awas. Namun malangnya, sebahagian pemilik facebook tidak sedar mereka boleh ‘untagged' nama mereka. Malah kalau mereka boleh untagged sekalipun, penyebaran gambar sedemikian tetap salah dan berDOSA di dalam Islam.

c- Gambar mengaibkan orang lain. Gambar yang disiarkan itu, walaupun menutup aurat, tetapi dalam situasi mengaibkan. Mungkin ia tidak mengaibkan individu yang menyiarkannya kerana dia dalam keadaan baik dan bagus. Namun rakannya berada dalam situasi mengaibkan, tambahan pula dia kini merupakan ‘seseorang' yang terhormat, punyai kedudukan baik di mata masyarakat,. Apabila gambar sedemikian disiarkan, ia mencemar nama baiknya. Penyiaran sebegitu sama seperti mengutuknya secara langsung di khalayak ramai, sama ada sengaja atau tidak, semua perlu sedar..anda mungkin bebas menyiarkan gambar anda, namun gambar orang lain. Keizinan perlu diperolehi terlebih dahulu sebelum siaran dibuat.

6. Mengutuk diri sendiri & kebaikan



Adakalanya terdapat juga wanita-wanita berpenampilan cukup solehah, berpakaian extra caution dalam bab aurat sewaktu zaman universiti atau sekolahnya. Namun sesudah masuk ke alam pekerjaan dan perkahwinan, imejnya berubah begitu drastik dengan make up cukup jelas menghiasi wajah, baju bekerlipan warnanya, yang tebal dahulu sudah jadi nipis, adakalanya tidak sempurna dan macam-macam lagi. Alasannya? Seribu satu macam. Suami pula mungkin bukan dari jenis yang cermat untuk menegur dan menasihat.

Yang menyedihkan, apabila tersiar gambar lamanya yang berpakaian extra caution lagi sopan di facebook, disiarkan oleh rakan-rkana lama. Tuan punya tubuh, kelihatan tanpa malu dan segan mengutuk dirinya sendiri sama ada secara langsung atau tidak langsung. Lahirlah kata-kata, ‘zaman aku ekstrem', ‘zaman solehah', ‘waktu innocent', zaman-zaman suci', 'itu zaman kuno dulu', 'itu masa duduk bawah tempurung' dan lain-lain frasa yang sepertinya.

Tanpa disedarinya, ia mendedahkan keaiban dirinya sendiri, apabila berkata zaman solehah, bermakna kini adakah dia mengaku tidak lagi solehah?, kini tidak suci?. dan lain-lain. Ia juga sekaligus seolah mengutuk pemakaian sopan dirinya dahulu. Ingatlah wahai diri, jika tidak mampu istiqamah atas pakaian dan penampilan dahulu, janganlah sampai mengutuknya. Kerana ia sama seperti mengutuk pakaian yang sopan lagi baik, seolah mendahulukan yang kurang baik.

KESIMPULAN



Itulah facebook, ia boleh menjadi sumber pahala, jika diguna dengan betul, boleh menjadi pemudah azab jika digunakan tanpa ilmu dan limitasi. Berhati-hatilah dan berpada-padalah pemilik facebook.

Niat untuk mendekatkan ukhuwwah antara rakan lama, sekolah dan sebagainya tidak sama sekali boleh menghalalkan sembangan mesra, gurauan senda di antara suami dan isteri orang, antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Ia hanya akan membawa kepada kemudaratan dan keruntuhan rumahtangga. Janganlah lagi mempermainkan nama 'ukhuwah' untuk berbuat dosa.

Ukhuwwah itu hanya terhad sesuatu yang membawa kepada ingatan kepada Allah, mengajak kebaikan dan menjauh kemungkaran. Lihatlah surah al-Hujuratdan fahamkan kalam Allah sebaiknya akan erti ukhuwwah di kalangan mukmin.


Doa Seorang Kekasih

Ya Allah....


Seandainya telah engkau catatkan... Dia milikku tercipta buatku... Satukanlah hatinya dengan hatiku... Titipkanlah kebahagian antara kami.... agar kemesraan itu abadi...


Dan ya Allah... ya tuhanku yang maha mengasihi... Seiringkanlah kami melayari hidup ini... Ketepian yang sejahtera dan abadi...


Tetapi ya Allah... Seandainya telah engkau takdirkan.... dia bukan miliku... Bawalah ia jauh dari pandanganku.... Luputkanlah ia dari ingatanku... Dan peliharalah aku dari kekecewaan.... Serta ya Allah ya tuhanku yang maha mengerti.... Berikanlah aku kekuatan... Melontar bayangannya jauh ke dada langit... Hilang bersama senja nan merah.. agarku bisa bahagia... Walaupun tanpa bersama dengannya...


Dan ya Allah yang tercinta... Gantillah yang telah hilang.... Tumbuhkanlah kembali yang telah patah... Walaupun tidak sama dengan dirinya... Ya Allah ya tuhanku... Pasrahkanlah aku dengan takdirmu... Sesungguhnya apa yang telah engkau takdirkan... Adalah yang terbaik buat ku.... kerana engkau maha mengetahui... Segala yang terbaik buat hamba Mu ini...


Ya Allah... Cukuplah engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku... Di dunia dan di akhirat... Dengarlah rintihan dari hamba Mu yang daif ini... Jangan engkau biarkan aku sendirian... Di dunia ini mahupun di akhirat... Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran...


Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman... Supaya aku dan dia sama2 dapat membina Kesejahteraan hidup...


Hamba-Mu

Doaku Untukmu Sahabatku..

Ya Allah ...

 

 

 

Panjangkanlah umur sahabatku. Kurniakanlah kesihatan yang baik padanya, terangi hatinya dengan nur pancaran iman. Tetapkanlah hatinya, perluaskanlah rezekinya, dekatkanlah hatinya kepada kebaikan, jauhkanlah hatinya pada kejahatan, tunaikanlah hajatnya baik hajat dalam agama,dunia dan akhirat.....

Ya Muhaimin ...

Jika dia jatuh hati izinkanlah dia menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar tidak terjatuh dia dalam jurang cinta nafsu ....

Jagalah hatinya agar tidak berpaling daripada melabuhkan hatinya pada hati-Mu.

Jika dia rindu, rindukanlah dia pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah ...

Jangan biarkan sahabatku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kejalan-Mu..

Jika kau halalkan aku merindui sahabatku, janganlah aku melampaui batas sehingga melupakan daku pada cinta hakiki, rindu abadi dan kasih sejati hanya untuk-Mu.


Ya Allah ...

kurniakanlah sahabatku kesenangan, ketenangan, kecemerlangan dan hidayah dari-Mu dalam menempuh cabaran serta liku-liku hidup di dunia dan di akhirat kelak ..insya-Allah

Amin Ya Rabbal Alamin




Maafkan Saya..

Ada seorang pemuda yang sangat pemarah. Dia tidak dapat mengawal kemarahannya walaupun ianya hanya satu masalah kecil sahaja.

Pada suatu hari, bapanya telah menghadiahkannya dengan seguni paku. "Untuk apakah paku-paku ini ayah?" tanya pemuda tersebut. "Setiap kali kamu marah, kamu pakulah tembok batu di hadapan rumah kita ini, bagi melepaskan kemarahan mu" jawab ayahnya.

Pada hari yang Pertama sahaja, pemuda itu telah memaku sebanyak 37 batang paku pada tembok batu tersebut. Selepas beberapa minggu, setelah dia dapat mengurangkan kemarahannya, jumlah paku yang digunakan juga berkurangan.

Dia mendapati, adalah lebih mudah mengawal kemarahannya dari memukul paku menembusi tembok batu tersebut. Akhirnya tibalah pada suatu hari, dimana pemuda tersebut tidak marah, walau sekali pun.

Dia pun memberitahu ayahnya mengenai perkara tersebut dengan gembira. Bapanya mengucapkan tahniah dan menyuruh dia mencabut kembali paku itu satu persatu, pada setiap hari yang ia lalui tanpa kemarahan.

Hari berganti hari, dan akhirnya dia berjaya mencabut kesemua paku-paku tersebut. Pemuda tersebut lantas memberitahu perkara tersebut kepada bapanya dengan bangganya.

Bapanya lantas memimpin tangannya ke tembok tersebut dan berkata "Kau telah melakukannya dengan baik, anakku, tetapi lihatlah kesan lubang-lubang di tembok batu tersebut, tembok itu tidak akan kelihatan sama lagi seperti sebelumnya. Bila kau menyatakan sesuatu atau melakukan sesuatu ketika marah, ianya akan meninggalkan kesan parut dan luka, sama seperti ini.

Kau boleh menikam seseorang dengan pisau dan membunuhnya. Tetapi ingatlah, tak kesah berapa kali kau memohon maaf dan menyesal atas perbuatam mu, namun lukanya masih tetap ada. Luka di hati adalah lebih pedih dari luka fizikal.

Sahabat adalah permata yang sukar dicari. Mereka membuatkan kamu ketawa dan menggalakan mu ke arah kejayaan. Sahabat juga adalah seorang pendengar, berkongsi suka dan duka dan sentiasa membuka hatinya kepada kita.

"Maafkan saya sekiranya saya pernah meninggalkan kesan berlubang di dinding hati anda."

Untuk Gadis Yang Meningkat Dewasa



Saya ingin bercerita mengenai kisah adik saya, Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya mencecah 17 tahun perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu.


Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu merupakan guru al-Quran. Bagi mengelakkan pergaulan yang terlalu bebas,ibu telah meminta adik memakai tudung. Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga seringkali berlaku pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.


Pernah pada suatu masa, adik berkata dengan suara yang agak keras,"cuba mama tengok, jiran-jiran kita pun ada yang anaknya pakai tudung, tapi perangainya sama je macam orang yang tak pakai tudung. Sampai kawan-kawan annisa kat sekolah, yang pakai tudung pun selalu keluar dating dengan boyfriend diorang, pegang-pegang tangan. Ani ni, walaupun tak pakai tudung, tak pernah buat macam tu!"


Ibu hanya mampu mengeluh mendengar kata-kata adik. Kadang kala saya terlihat ibu menangis di akhir malam.Dalam Qiamullailnya.Terdengar lirik doanya " Ya Allah, kenalkan annisa dengan hukum-Mu".


Pada satu hari ada jiran yang baru pindah berhampiran rumah kami.Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil.
Suaminya bernama Abu khoiri, (nama sebenarnya siapa, tak dapat dipastikan). Saya mengenalinya sewaktu di masjid.


Setelah beberapa lama mereka tinggal berhampiran rumah kami, timbul desas-desus mengenai isteri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang menggelarnya si buta, bisu dan tuli. Perkara ini telah sampai ke pengetahuan adik. Dia bertanya kepada saya, "abang, betul ke orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?" Lalu saya menjawab sambil lewa, "kalau nak tau sangat, pergi rumah mereka, tanya sendiri".


Rupa-rupanya adik mengambil serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar mendadak berlaku pada wajah adik.


Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat lesi. Entah apa yang dah berlaku? Namun, selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan tudung. Tudung yang labuh. Adik pakai baju labuh. Lengan panjang pula tu. Saya sendiri jadi bingung. Bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib. Ya, saya katakan ajaib kerana dia berubah seratus peratus! Tiada lagi anak-anak muda atau teman-teman wanitanya yang datang ke rumah hanya untuk bercakap perkara-perkara yang tidak tentu arah.Saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri.


Tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, solat sunatnya dan yang lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan. Segala puji bagi Engkau wahai Allah, jerit hati saya. Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak.


Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat khabar bahawa adik sakit tenat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah (rumah saya di Madiun). Dalam perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adik di beri kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.


Ketika saya sampai di rumah..didepan pintu sudah ramai orang. Hati berdebar-debar, tak dapat ditahan. Saya berlari masuk ke dalam rumah. Saya lihat ibu menangis. Saya segera menghampiri ibu lantas memeluknya. Dalam esak tangisnya ibu memberitahu, "Dhi, adik boleh mengucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya". Air mata ini tak dapat ditahan lagi!!


Setelah selesai upacara pengkebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adik. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari.
Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adik menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hayatnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai. Hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hati ini. Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abu khoiri. Di situ tertera soaljawab antara adik dan isteri jiran kami itu.


Butirannya seperti ini, soaljawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas airmata)


Annisa: (Aku hairan,wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari) Mak cik, wajah mak cik sangat muda dan cantik!


Isteri jiranku: Alhamdulillah. Sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.


Annisa: tapi mak cik kan dah ada anak enam. Tapi masih kelihatan cantik.


Isteri jiranku: Subhanallah! Sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. Dan bila Allah SWT berkehendak. Siapakah yang boleh menolaknya?


Annisa: Mak Cik, selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai tudung, tapi saya selalu menolak kerana saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai tudung asalkan saya berkelakuan baik. Saya tengok, banyak wanita yang pakai tudung tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai. Sampaikan saya tak pernah rasa nak pakai tudung. Pendapat mak cik bagaimana?


Isteri jiranku: Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari hujung rambut hingga hujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan mahram kita semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT nanti, tudung adalah perlindungan untuk wanita!


Annisa: Tapi yang saya tengok, banyak wanita bertudung yang kelakuannya tak elok.


Isteri jiranku: Tudung hanyalah kain , tapi hakikat atau makna disebalik tudung itu sendiri yang harus kita fahami.


Annisa: apakah hakikat tudung?


Isteri jiranku: Hakikat tudung adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia-sia.
Sentiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu mahupun masyarakat , lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah biasa, maka tudung yang kamu pakai akan menyinari hati kamu. Itulah hakikat tudung.


Annisa: Mak cik, sekarang saya sudah jelas tentang erti tudung. Mudah mudahan saya mampu pakai tudung. Tapi, macam mana saya nak buat semua tu?


Isteri jiranku:


Duhai nisa, bila kamu memakai tudung, itulah kurniaan dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat , bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'tudung' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.


Duhai nisa, ingatlah akan satu hari di mana seluruh manusia akan dibangkitkan ketika ditiup sangkakala yang kedua. Pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput mahupun tumbuhan, ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya, anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi, antara satu sama lain boleh menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti haiwan,ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis. Menangis kerana hari itu Allah SWT murka! Belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab.


Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah SWT.
Sampai di sini sahaja kisah itu saya baca kerana di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak titisan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya.


Subhanallah! Saya selak halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil dibawah tulisan itu


"buta, tuli dan bisu.. wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain mahramnya, wanita yang tidak pernah mahu mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia"


Tak tahan airmata ini pun jatuh. Semoga Allah SWT menerima adikku disisi-Nya. Amin.


Saya harap cerita ini boleh menjadi iktibar bagi kita semua, wassalam.

award sayer :)

create your own banner at mid fashion shop!

Lurve This Song :)